Daftar isi :

Konfigurasi BGP + MPLS ( MPLS )


  1. Barulah kita mengaktifkan MPLS,,monggo dilanjut
Perintah berikut digunakan untuk mengaktifkan MPLS di LERI.
>ip cef
>mpls label protocol ldp
>mpls ldp router-id Loopback0 force
>interface serial 1/0
>ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
>mpls ip
>exit


Perintah berikut digunakan untuk mengaktifkan MPLS di LERE.
>ip cef
>mpls label protocol ldp
>mpls ldp router-id Loopback0 force
>interface serial 1/0
>ip address 192.168.2.2 255.255.255.0
>mpls ip
>exit


Aktifkan MPLS di LSR1
>ip cef
>int s1/0
>ip address 192.168.1.2 255.255.255.0
>mpls ip
>exit
>Int s1/1
>ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
>mpls ip
>exit


Dan terakhir aktifkan MPLS di LSR2
>ip cef
>int s1/0
>ip address 192.168.2.2 255.255.255.0
>mpls ip
>exit
>Int s1/1
>ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
>mpls ip
>exit


  1. Untuk mengecek  MPLS maka lakukan
>show mpls ldp neigh



  1. Untuk mengetahui hop packedata dari PE ke PE
>traceroute  <ip yang dituju>






Konfigurasi BGP + MPLS ( BGP )

  1. Setelah ospf sudah, setelah itu kita mengkonfigurasi BGP
Untuk LERI
>router bgp 100
>neighbor 192.168.100.2 remote-as 100
>neighbor 192.168.100.2 update-source Loopback0




Untuk LERE
>router bgp 100
>neighbor 192.168.100.3 remote-as 100
>neighbor 192.168.100.3 update-source Loopback0




cara ngecek nya:
PE1# sh ip bgp neigh

Konfigurasi BGP + MPLS ( OSPF )


  1. Mengaktifkan dynamic routing, untuk ini kami menggunakan ospf. Kegunaannya untuk mengadvertise/meperkenalkan router tersebut kepada tetangganya. Perlu diingat yang didaftarkan pada ospf adalah ip tetangga dan loopback masing-masing router.

Ini adalah konfigurasi OSPF untuk router LERI
>router ospf 10
>network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
>network 192.168.100.1 0.0.0.0 area 0 


Dan ini adalah konfigurasi OSPF untuk router LSR 1
>router ospf 10
>network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
>network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0
>network 192.168.100.2 0.0.0.0 area 0


Dan ini adalah konfigurasi OSPF untuk router LSR 2
>router ospf 10
>network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0
>network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 0
>network 192.168.100.3 0.0.0.0 area 0


Ini adalah konfigurasi OSPF untuk router LERE
>router ospf 10
>network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 0
>network 192.168.100.4 0.0.0.0 area 0


Sesudah selesai dengan mengaktifkan OSPF, sekarang coba Anda perhatikan apakah  routing-table Anda sudah “terpopulasikan”.

PE1# sh ip route 


Jika ada routing OSPF dari arah PE2, dan Core, maka dapat dipastikan OSPF telah berjalan dengan baik. (catatan: routing OSPF biasanya ditandai dengan “O” pada entry di routing table) 


Konfigurasi BGP + MPLS ( Loopback )


  1. Konfigurasi loopback pada setiap router :
Untuk loopback LERI
>int loopback0
>ip add 192.168.100.1 255.255.255.255
>exit


Untuk loopback LERE
>int loopback0
>ip add 192.168.100.4 255.255.255.255
>exit


Untuk loopback LSR1
>int loopback0
>ip add 192.168.100.2 255.255.255.255
>exit


Untuk loopback LSR2
>int loopback0
>ip add 192.168.100.3 255.255.255.255
>exit

Konfigurasi BGP + MPLS ( Router )

        
         Dalam MPLS tersebut terdapat beberapa komponen yaitu LER inggres, LER egres, LSR dan unit PC. Untuk contoh membuat simulasi MPLS yang memanfaatkan BGP, kita misalkan menggunakan 2 PE yaitu sebagai LER inggres dan egres, dan 1 LSR saja untuk memudahkan dalam pembelajaran. Mari kita mulai..

  1. Penyetingan di setiap router menggunakan kabel serial,jangan lupa disetiap router anda setting DCE dan DTE nya menggunakan Clockrate 56000 (yang sudah biasa digunakan)
  2. Konfigurasi tiap router, pada konfigurasi ini anda belum menggunakan routing static ataupun dinamic.
Untuk LERI
>int s 1/0
>ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
>clock rate 56000
>no shutdown
Untuk LERE
>int s 1/0
>ip add 192.168.3.2 255.255.255.0
>no shutdown



Untuk LSR 1
>int s 1/0
>ip add 192.168.1.2 255.255.255.0
>no shutdown
>exit
>int s 1/1
>ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
>clock rate 56000
>no shutdown


Untuk LSR 2
>int s 1/0
>ip add 192.168.2.2 255.255.255.0
>no shutdown
>exit
>int s 1/1
>ip add 192.168.3.1 255.255.255.0
>clock rate 56000
>no shutdown

Dasar Konfigurasi BGP+MPLS

      Hemm,,.darimana ya jelasin BGP dan MPLS ini, Sebaiknya kita mulai membahas dari perangkat yang memenuhi, aplikasi yang tepat, dan yang terakhir bagaimana tahapan pembuatan BGP + MPLS.

Perangkat :

Alat-alat yang dibutuhkan adalah Laptop atau PC (Komputer) yang memiliki spesifikasi sebagai berikut: Ram minimal 2 GB dan maksimal terserah anda yang penting  jangan dibawah itu.  Itupun menurut kita berdasarkan pengalaman pribadi. Adapun solusi jika laptop/komputer anda hang pada saat digunakan ataupun not responding sebaiknya anda menggunakan GameBooster untuk mematikan semua proses selain pekerjaan anda. Aplikasi yang akan kita pakai adalah GNS3 yang cukup berat dijalankan pada laptop ataupun komputer yang memiliki spesifikasi dibawah rata-rata.

Aplikasi :

Aplikasi yang akan kita pakai untuk tutorial BGP+MPLS ini adalah GNS3. Mungkin ada yang belum mengenal tentang GNS3, tapi mungkin sudah mengenal PacketTracer. Apa beda keduanya?mari kita bahas bersama.
GNS3 adalah network simulator grafis yang memungkinkan simulasi jaringan yang kompleks menggunakan Cisco (Router dan Firewall) atau Juniper. GNS adalah program open source, program ini gratis dan dapat digunakan pada beberapa sistem operasi, termasuk Windows, Linux, dan MacOS X. GNS3 mengemulasikan Cisco IOS dan JUNOS Juniper sehingga kita dapat memeriksa konfigurasi sebelum diterapkan pada Router yang sesungguhnya.
Komponen-komponen GNS3 yaitu:
  • Dynamips,yaitu program inti yang memungkinkan emulasi Cisco IOS.
  • Dynagen, front berbasis teks-end untuk Dynamips.
  • Qemu, mesin generik dan open source emulator dan virtualizer.

GNS3 ini sangat berguna untuk membantu seorang yang berprofesi sebagai Network Engineer untuk bereksperimen membangun jaringan menggunakan virtual lab di GNS3 sebelum diimplementasikan di lapangan. GNS3 juga alat yang sangat baik untuk membantu orang-orang yang ingin lulus sertifikasi seperti CCNA, CCNP, CCIP, CCIE, JNCIA, JNCIS dan JNCIE.

Fitur-fitur yang didukung GNS3 antara lain:
  • Desain jaringan kualitas tinggi dan topologi jaringan yang kompleks.
  • Mengemulasikan berbagai platform Cisco IOS router, IPS, PIX dan ASA firewall, JUNOS.
  • Simulasi Ethernet sederhana, ATM dan Frame Relay switch.
  • Koneksi antara jaringan simulasi dengan jaringan yang sesungguhnya di dunia nyata.
  • Capture packet menggunakan Wireshark.
Pengguna GNS3 harus menyediakan IOS sendiri / IPS / PIX / ASA / JUNOS untuk digunakan dengan GNS3. Oleh karena itu bagi yang tidak memiliki IOS silahkan download sendiri IOS apa yang dibutuhkan.
Perbedaan dengan packet tracer walaupun packet tracer dan GNS3 sama-sama keluaran dari Cisco adalah tidak adanya fitur perangkat untuk simulasi frae relay.

Install GNS3


Tinggal di next aja,,saya percaya anda IT yang handal, pasti mengerti cara instal menginstal software. Untuk penambahan IOS. Pilih ....setelah selesai kita perlu untuk melakukan test pada Dynamips untuk mengetahui succes test yang artinya semua perangkat siap disusun dan dimulai untuk konfigurasi.